Minggu, 06 Mei 2012
Fenomena Tawuran Antar Pelajar
Tawuran sepertinya sudah menjadi bagian dari budaya bangsa Indonesia. Sehingga jika mendengar kata tawuran, sepertinya masyarakat Indonesia sudah tidak asing lagi. Hampir setiap minggu, berita itu menghiasi media massa. Bukan hanya tawuran antar pelajar saja yang menghiasi kolom-kolom media cetak tetapi tawuran antar polisi dan tentara, polisi pamong praja dengan pedagang kaki lima. Ini sungguh sangat menyedihkan.
Tawuran antar pelajar maupun tawuran antar remaja semakin menjadi semenjaknya terciptanya geng-geng. Perilaku antar selalu dipertontonkan ditengah-tengah masyarakat. Mereka itu sudah tidak merasa bahwa perbuatan itu sangat tidak terpuji dan bisa mengganggu ketenangan masyarakat. Sebaliknya mereka merasa bangga jika masyarakat itu takut dengan geng/kelompok. Seorang pelajar seharusnya tidak melakukan seperti itu. Biasanya permusuhan antar sekolah dimulai dari masalah yang sangat sepele. Namun remaja yang masih labil tingkat emosinya justru menanggapinya sebagai sebuah tantangan. Pemicu lain biasanya dendam dengan rasa kesetiakawanan yang tinggi para siswa tersebut akan membalas perlakuan yang disebabkan oleh siswa sekolah yang dianggap merugikan seorang siswa atau mencemarkan nama baik sekolah tersebut.
Dari aspek fisik tawuran dapat menyebabkan kematian atau luka berat bagi para siswa. Kerusakan yang parah pada kendaraan dan kaca gedung atau rumah yang terkena lemparan batu. Sedangkan aspek mentalnya tawuran dapat menyebabkan trauma pada para siswa yang menjadi korban, merusak mental para generasi muda dan menurunkan kualitas pendidikan di Indonesia.
Setelah kita tahu akar permasalahannya, sekarang yang terprnting adalah bagaimana menemukan solusi yang tepat untuk menyelesaikan poermasalaham ini. Dalam hal ini seluruh lapisan masyarakat yaitu orang tua, guru dan pemerintah.
Perubahan sosial yang diakibatkan karena sering terjadinya tawuran mengakibatkan norma-norma menjadi terabaikan. Selain itu menyebabkan terjadinya perubahan pada aspek hubungan sosial masyarakatnya,
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar